Just another WordPress.com site

Definisi Ilmu dan Budaya


Ini pembuatan paper minggu ke-2 tugas soft skill IBD, kali ini saya membahas tentang pengertian Ilmu dan budaya. Berikut adalah hasil pendapat dari para ahli yang telah saya simpulkan.

A. ILMU
Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia . Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Contoh: Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (materiil saja) atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika membatasi lingkup pandangannya ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang kongkrit. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jauhnya matahari dari bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi sesuai untuk menjadi perawat.
Kata ilmu dalam bahasa Arab “ilm” yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan, dan ilmu sosial dapat berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan lain sebagainya.
Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus dimana seseorang mengetahui apa penyebab sesuatu dan mengapa. Ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut sebagai ilmu. Sifat ilmiah sebagai persyaratan ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yang telah ada lebih dahulu.
1. Objektif. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, dan karenanya disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.
2. Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensi dari upaya ini adalah harus terdapat cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari kata Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
3. Sistematis. Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
4. Universal. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180º. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu
Menurut 4 ahli mendefinisikan ilmu sbagai berikut :
a. ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematis, pengetahuan dari mana dapat disimpulkan dalil-dalil tertentu menurut kaidah-kaidah umum. (Nazir, 1988)
b. konsepsi ilmu pada dasarnya mencakup tiga hal, yaitu adanya rasionalitas, dapat digeneralisasi dan dapat disistematisasi (Shapere, 1974)
c. pengertian ilmu mencakup logika, adanya interpretasi subjektif dan konsistensi dengan realitas sosial (Schulz, 1962)
d. ilmu tidak hanya merupakan satu pengetahuan yang terhimpun secara sistematis, tetapi juga merupakan suatu metodologi
Dari empat pengertian di atas dapatlah disimpulkan bahwa ilmu pada dasarnya adalah pengetahuan tentang sesuatu hal atau fenomena, baik yang menyangkut alam atau sosial (kehidupan masyarakat), yang diperoleh manusia melalui proses berfikir. Itu artinya bahwa setiap ilmu merupakan pengetahun tentang sesuatu yang menjadi objek kajian dari ilmu terkait
Sumber : http://id.shvoong.com/books/2083263-definisi-ilmu/

Definisi ‘ilmu’

Indonesian to Indonesian
noun
1. 1 pengetahuan tt suatu bidang yg disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yg dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu: dia memperoleh gelar doktor dl — pendidikan; 2 pengetahuan atau kepandaian (tt soal duniawi, akhirat, lahir, batin, dsb);
— padi, makin berisi makin runduk, pb makin banyak pengetahuan makin rendah hati; menunjukkan — kpd orang menetak, pb nasihat yg baik itu tidak berguna bagi orang yg tidak mau menggunakannya; — lintabung, ki bodoh tetapi sombong (tt seseorang);
— administrasi ilmu tt berbagai hasil pengalaman yg berhubungan dng masalah pemerintahan, baik negara maupun swasta; — agama pengetahuan tt ajaran (sejarah dsb) agama; teologi; — akaid pengetahuan tt keyakinan dan kepercayaan; — akhirat pengetahuan mengenai segala sesuatu yg berhubungan dng kehidupan di akhirat atau kehidupan sesudah manusia mati; — akhlak pengetahuan tt tabiat ma-nusia; — alam pengetahuan tt keadaan alam; — alat ilmu nahu dan saraf; –anatomi ilmu yg menguraikan organisme tumbuhan, binatang, atau manusia untuk mencapai pengertian tt susunan dan fungsi bagian-bagiannya; — bahasbagian filsafat yg berkenaan dng berpikir dsb; — bahasa penge-tahuan bersistem tt (ihwal) bahasa (tata bahasa); linguistik; — bangsa-bangsa pengetahuan tt adat istiadat, kehidupan, dsb suatu bangsa (suku bangsa dsb); etnologi; — bangunpengetahuan ukur-mengukur ruang dsb; — bangunan pengetahuan tt membangun (membuat) rumah, gedung, jembatan, dsb; — batin pengetahuan mengenai jiwa dan segala yg gaib; ilmu suluk; — bayan pengetahuan tt berbagai arti dan maksud yg termuat di dl Alquran; — bedah pengetahuan tt membedah (mengoperasi) bagian tubuh; — bentuk kata pengetahuan tt bentuk kata (tt awalan, akhiran, dsb); morfologi; — bisnis ilmu perdagangan; ilmu berjual beli; –bumi pengetahuan untuk mengamati, meng-golong-golongkan, dan menganalisis perbedaan berbagai daerah di permukaan bumi; geografi; — burhani pengeta-huan yg diperoleh berdasarkan alasan ahli mantik; — cuaca ilmu iklim; — dagangpengetahuan tt berniaga; — daruri pengetahuan yg sewajarnya krn sudah jelas dan tidak di-perlukan alasan atau akli(ah) mantiki(ah); — dasar ilmu tt asas-asas hal yg diteliti; — dunia pengetahuan atau kepandaian untuk mencari kehidupan di dunia; — ekonomi 1 ilmu tt produksi, distribusi, dan konsumsi barang, serta berbagai masalah yg bersangkutan dng itu, spt tenaga kerja, pembiayaan, dan keuangan; 2 ilmu pengetahuan tt kegiatan sosial manusia dl memenuhi kebutuhan hidupnya yg diperoleh dr lingkungannya; — ekonomi makro Ek ilmu ekonomi tt peranan dan perkembangan unsur ekonomi secara keseluruhan, spt pengaruh pengeluaran pemerintah, pendapatan nasional, indeks harga, dan jumlah uang yg beredar; — ekonomi mikro Ek ilmu ekonomi tt perilaku subjek dan barang ekonomi secara individual dl hubungannya dng perkembangan harga barang, faktor ekonomi, tingkat upah, penghasilan, dan laba perusahaan; — eksakta ilmu yg berdasarkan ketepatan dan kecermatan dl metode penelitian dan analisis; — faalpengetahuan tt gejala hidup pd alat tubuh manusia (spt alat pernapasan, peredaran darah, jasad tumbuhan dan binatang); fisiologi; — fikih pengetahuan tt kewajiban yg diperintahkan oleh agama Islam; ilmu tt hukum syarak; — firasat pengetahuan tt keadaan muka orang dsb yg bertalian dng tabiatnya; — fisika lihat fisika; –gaib pengetahuan tt segala yg tidak kelihatan (rahasia alam dsb); — gaya bahasapengetahuan mengenai pemakaian kata dl kalimat khusus; stilistika; — gizi ilmu pengetahuan tt bagaimana cara memanfaatkan makanan untuk kepentingan kesehatan tubuh manusia pd umumnya; — halimunan mantra yg jika diucapkan dapat membuat diri tidak kelihatan; — han-dasah ilmu ukur tanah (spt tt luas tanah, bentangannya); — hayat pengetahuan tt makhluk hidup (binatang dan tumbuhan); biologi; — hewan pengetahuan mengenai kehidupan binatang; zoologi; — hisab ilmu hitung; matematika; — hitam pengetahuan tt kebatinan yg berhubungan dng pekerjaan setan atau pekerjaan mencelakakan orang (spt membuat orang gila, mencuri dng bantuan makhluk halus); — hitung pengetahuan mengenai angka sehubungan dng penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pemangkatan, dan akar bilangan; — hukum 1 Antr ilmu tt aturan, norma kehidupan masyarakat, serta adat-istiadat yg dibuat oleh penguasa dl suatu masyarakat; 2 pengetahuan tt hukum (undang-undang dsb); — iklim pengetahuan tt keadaan cuaca (hawa, musim, dsb); klimatologi; — jaringan ilmu tt struktur mikroskopik dan fungsi jaringan tubuh; — jiwa ilmu tt segala sesuatu mengenai jiwa manusia; psikologi; — kalam ilmu tauhid; — kasekten Jw ilmu sakti; –kebatinan ilmu batin; — kebidanan cabang ilmu kedokteran yg berhubungan dng kelahiran bayi dan pertolongan kpd orang bersalin; obstetri; — kedokteranilmu tt penyakit pd organisme manusia atau hewan, serta cara dan metode pengobatannya; — kehutanan ilmu yg mencakupi pengusahaan tanah hutan sbg sumber produksi yg permanen, penanaman dan penggunaan kayu, pengaturan hutan guna proteksi air, pengaliran air sungai, dan manajemen binatang liar di hutan; — kemanusiaan Antr ilmu tt hasil pikiran manusia serta hubungan antarmanusia, terutama yg tercantum dl kesusastraan dan yg diekpresikan oleh kesenian; — kesaktian ilmu sakti; — kesehatan pengetahuan tt hal penjagaan dan pemeliharaan kesehatan, serta pencegahan penyakit; — kesehatan masyarakat ilmu tt pencegahan penyakit, pemerpanjangan hidup, serta peningkatan kesehatan dan efisiensinya melalui organisasi yg resmi; — kesenianpengetahuan mengenai seluk-beluk seni secara umum; — kewarganegaraancabang ilmu pengetahuan, khususnya bidang ilmu politik, mengenai hubungan antarwarga negara dan hubungan umum yg menyangkut masalah hak dan kewajiban warga negara thd negara dan sebaliknya; — kiat kepandaian mengobati dsb dng jampi-jampi; — kimia ilmu tt unsur dan ciri-ciri zat, serta reaksi yg menyebabkan timbulnya zat-zat baru; — kira-kira cak tanpa kepastian, serba kira-kira saja; — klenik ilmu yg mengajarkan hal yg mengandung rahasia (spt ilmu yg dapat membuat orang tunduk atau jatuh cinta); — limunan ilmu halimunan; –maani pengetahuan tt mengarang dan berpidato dng baik; — mantikpengetahuan tt cara berpikir (atau hal menerangkan sesuatu) hanya berdasarkan pikiran belaka; logika; — masyarakat pengetahuan tt kehidupan manusia dl masyarakat; sosiologi; — mendidik didaktik; — nahu ilmu tt susunan dan bentuk kalimat; sintaksis; — negara ilmu tt sendi-sendi dan pengertian pokok dr negara; — obat pengetahuan mengenai berbagai obat (khasiatnya, takaran pemakaiannya, dsb); farmakologi; — panas ilmu sihir; — pasti pengetahuan mengenai ruang dan bilangan (spt aljabar, ilmu ukur); — pemerintahan ilmu tt metode mengatur, menguasai, dan mengelola negara; — pendidikan pengetahuan tt prinsip dan metode belajar, membimbing, dan mengawasi pelajaran; — penerbanganpengetahuan mengenai keadaan dan cara mengoperasikan pesawat terbang; –pengetahuan gabungan berbagai pengetahuan yg disusun secara logis dan bersistem dng memperhitungkan sebab dan akibat; — pengetahuan alam ilmu yg mencakupi biologi, fisika, dan kimia; — pengetahuan modern ilmu pengetahuan pd zaman modern yg menampilkan penemuannya dng landasan teori modern dan analisis bersistem thd data lapangan tertentu; — pengetahuan sosial ilmu pengetahuan yg merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial (spt sejarah, ekonomi, geografi); — perpustakaan pengetahuan dan keahlian mengenai administrasi perpustakaan berikut koleksinya, ekonomi perpustakaan, dan bibliografi; — pertanian pengetahuan tt tanam-tanaman (bercocok tanam dsb); — peternakan cabang biologi terapan yg berkaitan dng pengembangan hewan sesuai dng kondisi setempat dan perkembangan permintaan; — peruang kl ilmu yg menyebabkan dapat tahan lama menyelam dl air (berupa mantra untuk mendapatkan cukup udara sewaktu menyelam dl air); — pisah ilmu kimia; — politik ilmu tt pranata politik, asas, dan organisasi pemerintahan negara; — praktis ilmu tt kebenaran sebab-akibat untuk diterapkan ke dalam dunia nyata; — praktis normatif ilmu praktis yg memberikan ukuran atau kaidah yg disebut norma; — purbakala pengetahuan tt kehidupan pd zaman kuno dan benda peninggalan kuno; arkeologi; — putih ilmu batin yg digunakan untuk melawan ilmu hitam (untuk mengobati orang sakit, orang kena guna-guna, mengusir setan, dsb); — racun pengetahuan mengenai pembuatan dan penawaran racun; — sakti ilmu tt kekuatan yg dimiliki oleh seseorang yg didorong oleh tenaga gaib; — salik ilmu suluk; — saraf morfologi; — sejarah cabang ilmu pengetahuan sosial tt penelitian dan penyelidikan secara bersistem keseluruhan peristiwa dan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau dng maksud untuk dinilai secara kritis seluruh hasil penelitian dan penyelidikan tsb agar dapat dijadikan perbendaharaan bagi penilaian dan penentuan masa sekarang serta arah kemajuan masa depan; — serum pengetahuan tt hal, sifat, dan reaksi serum darah serta cara mengobati penyakit dng berbagai serum; — sihir ilmu tt rasa pemakaian kekuatan gaib; ilmu gaib (teluh, tuju, dsb); — sosial ilmu tt perilaku kehidupan manusia sbg makhluk hidup yg bermasyarakat; — sufi ilmu suluk; tasawuf; — sulukpengetahuan yg berkenaan dng usaha mendekatkan diri kpd Tuhan; — tabii ilmu alam (fisika); — tarekat ilmu tasawuf; ilmu suluk; — tasawuf ilmu tt kesucian diri secara lahir dan batin untuk mengenal dan mendekatkan diri kpd Allah guna mencapai makrifat Allah; — tasrih anatomi; — tata negara ilmu tt segala sesuatu mengenai pemerintahan negara, alat-alat pemerintahan (aparatur) negara, warga negara, dsb; — tauhid ilmu tt keesaan Allah; — terapan ilmu tt cara menerapkan prinsip umum untuk memecahkan masalah yg terjadi dl alam semesta dan masyarakat manusia; — ternak ilmu tt cara memelihara dan memperkembangkan hewan ternak (babi, domba, dsb); — tib ilmu mengenai obat-obatan atau kesehatan; ilmu kedokteran; — tilik hewan ilmu tt cara menilai baik-buruknya ternak dilihat dr bentuk luarnya; — tumbuh-tumbuhan pengetahuan tt tumbuh-tumbuhan; botani; — udara pengetahuan mengenai keadaan udara; –ukur ruang pengetahuan ukur-mengukur benda (spt kerucut, limas); — ukur sudut pengetahuan ukur-mengukur yg berdasarkan perhitungan sudut; — uraiilmu tt susunan tubuh dan hubungan alat tubuh; anatomi; — usaha ilmu tt cara mengombinasikan faktor produksi dl mengusahakan suatu tanaman atau ternak supaya memperoleh keuntungan maksimal dan terus-menerus; — usuludin ilmu tauhid ; — wasilah ilmu dan kepandaian menghubungkan diri dng roh;
ber•il•mu v mempunyai ilmu; berpengetahuan; pandai: senang sekali mempunyai teman akrab yg ~;
~ lintabung ki bodoh, tetapi sombong; ~ padi ki pandai, tetapi tidak mau menunjukkan (menonjolkan) kepandaiannya;
meng•il•mu•kan v menjadikan ilmu pengetahuan;
ke•il•mu•an n barang apa yg berkenaan dng pengetahuan; secara ilmu
Sumber : http://www.artikata.com/arti-330468-ilmu.php
Berdasar pengertian di atas dapat saya simpulkan bahwa ilmu itu adalah usaha sadar dalam, menemukan dan meningkatkan pemahaman dari berbagai aspek dalam alam manusia dan dirumuskan secara pasti. Kita dapat menambah atau memperoleh ilmu tidak hanya dari Sekolah,namun pengalaman merupakan ilmu yang sebenarnya. Tempat dimana kita dapat memperoleh sesuatu yang bermakna yang menjadikan tolak ukur kehidupan kita agar lebih baik dari pada sebelumnya.

B. Budaya

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Definisi Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Pengertian kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
 alat-alat teknologi
 sistem ekonomi
 keluarga
 kekuasaan politik
2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
 sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
 organisasi ekonomi
 alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
 organisasi kekuatan (politik)

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
 Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
 Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
 Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
Berikut mengenai pengertian budaya menurut saya pribadi, Budaya merupakan suatu kebiasaan yang berlangsung lama dan turun – temurun dan akan berlangsung beberapa lama serta bergantung pada kehidupan masyarakat. Dalam hal ini masyarakat berperan sangat penting dalam terciptanya sebuah budaya. Karena kebiasaan atau tingkah mereka dapat dijadikan suatu bahan pembentuk budaya.
C. Ilmu Budaya
Setelah membaca artikel diatas saya dapat memadukan antara Ilmu dan budaya dalam pemikiran saya. Ilmu Budaya adalah usaha sadar dalam, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dalam hal yang pasti mengenaisuatu kebiasaan manusia yang berlangsung turun – temurun dari berbagai aspek social dalam bermasyarakat.
Demikian yang dapat saya simpulkan semoga dapat bermanfaat, apabila kurang berkenan saya mohon maaf….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.